Selasa, 10 April 2018

Kerangka Tipologi





Dari kerangka di atas, kita dapat mengetahui beberapa perpustakaan yang ada sesuai dengan jenisnya masing-masing. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi timbulnya berbagai jenis perpustakaan menurut buku Pengantar Ilmu Perpustakaan karya Sulistyi Basuki. Beberapa faktor – faktor tersebut adalah:
1.      Tanggapan terhadap berbagai jenis pustaka, misalnya buku, majalah, film, rekaman suara, dan sejenisnya.
2.      Tanggapan terhadap keperluan informasi berbagai kelompok pembaca.
3.      Tanggapan yang berlainan tentang spesialis subjek, termasuk ruang lingkup subjek serta rincian subjek yang bersangkutan.

Perpustakaan dapat dikelompokkan berdasarkan bahan-bahan pustakanya. Dengan berkembangnya teknologi bahan-bahan pustaka dapat berupa digital dan tidak harus berbentuk fisik seperti buku. Adapun jenis-jenis perpustakaan itu adalah:

1. Perpustakaan Internasional

Perpustakaan internasional adalah perpustakaan yang didirikan oleh 2 negara atau lebih atau perpustakaan yang merupakan yang merupakan bagian sebuah organisasi internasional. Contoh dari perpustakaan internasional diantaranya:
a.         New YorkPublicLibrary. Perpustakaan ini berada di New York dan berskala internasional karena perpustakaan ini telah berafiliasi dengan beberapa negara bagian Amerika lainnya.
b.        Dag Hammarskjold, New York. Ini adalah perpustakaan Internasional yang dinaungi oleh PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nation), sebuah organisasi dunia yang anggota-anggotanya terdiri dari berbagai Negara di dunia.

2.  Perpustakaan Nasional

Perpustakaan nasional merupakan perpustakaan utama milik negara. Perpustakaan nasional menyimpan berbagai macam informasi serta menyimpan bahan-bahan pustaka yang dimiliki oleh negara. Perpustakaan nasional di Indonesia adalah PNRI (Perpustakaan Nasional Republik Indonesia).
Di dalam perpustakaan nasional bisa menyimpan tentang informasi-informasi kekayaan budaya Indonesia. Selain itu, juga memudahkan untuk pemustaka yang ingin mempelajari tentang berbagai budaya yang ada di Indonesia, dengan adanya perpustakaan nasional maka kita tidak perlu jauh-jauh datang ke daerah yang ingin kita pelajari budayanya. Kita cukup duduk di perpustakaan kita sudah bisa mendapatkan informasi.
Tugas Perpustakaan Nasional adalah melaksanakan pengumpulan dan penyimpanan bahan pustaka tertulis, tercetak, dan terekam selengkapnya baik yang terbit di Indonesia maupun di luar negeri sebagai khazanah kebudayaan bangsa dalam arti yang luas seta melaksanakan pelayanannya untuk kepentingan pembangunan nasional dan kemajuan bangsa.

3.  Perpustakaan Umum

Perpustakaan umum adalah perpustakaan yang diselenggarakan oleh dana umum dengan tujuan melayani umum. Namanya saja Perpustakaan Umum, pasti melayani masyarakat umum, tidak ada pembatasan usia atau pembatasan khusus lainnya bagi para pemustaka yang ingin mendapatkan informasi dan bergabung menjadi anggota dari perpustakaan umum. Selain itu, perpustakaan umum juga perpustakaan yang paling mudah dijangkau oleh masyarakat, serta memberikan informasi yang cepat, tepat dan juga murah bagi masyarakat.
Perpustakaan umum biasanya adalah perpustakaan yang berada di dalam suatu wilayah, seperti provinsi, kabupaten/kota, serta perpustakaan keliling dan lain sebagainya. Contoh perpustakaan umum adalah:
a.      Perpustakaan Soeman H.S., Pekanbaru
b.     Perpustakaan Grhatama Pustaka, Yogyakarta
c.      Kereta Pustaka Indonesia

4.  Perpustakaan Pribadi

Perpustakaan swasta atau perpustakaan pribadi adalah perpustakaan yang dikelola pihak swasta atau pribadi dengan tujuan melayani keperluan bahan pustaka bagi kelompok, keluarga, atau individu tertentu. Umumnya perpustakaan ini hanya menyediakan koleksi-koleksi yang populer seperti, novel, komik, majalah. Jarang atau bahkan tidak ada koleksi-koleksi ilmiah yang ditemukan di perpustrakaan pribadi, karena perpustakaan ini memiliki tujuan komersil. Contoh:
a.    Perpustakaan (SHS) Sinyo Harry Sarundajang
b.    Perpustakaan B.J. Habibie
c.    Fadli Zon Library

5.  Perpustakaan Khusus

Perpustakaan khusus adalah perpustakaan yang khusus didirikan oleh lembaga-lemabaga atau organisasi-organisasi tertentu. Jadi di sini perpustakaan hanya memiliki koleksi bahan pustaka yang terbatas pada kebutuhan-kebutuhan buku di mana perpustakaan itu berada. Keanggotaannya juga hanya terbatas pada anggota sebuah lembaga pendiri perpustakaan tersebut. Misalnya:
a.    Perpustakaan Bank Indonesia; perpustakaan bank hanya memiliki koleksi-koleksi tentang bahan pustaka yang ada sangkut pautnya dengan dunia perbankan.
b.    PDII (Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah)-LIPI; perpustakaan yang di dalamnya memuat berbagai informasi yang bersifat ilmiah, dan terbatas hanya anggota perpustakaan dari badan LIPI tersebut yang dapat menggunakannya.
c.    Lembaga Perpustakaan Biologi dan Pertanian (BibliothecaBogoriensis); adalah perpustakaan yang mengelola bahan pustaka maupun dokumen dan informasi tentang pertanian.

6.  Perpustakaan Sekolah

Setiap sekolah bisa dipastikan memiliki perpustakaan. Perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang ada di setiap sekolah. Perpustakaan ini dikelola oleh sekolah, tujuannya agar memudahkan para siswa mencari bahan-bahan rujukan atau artikel untuk membantu mengerjakan tugas-tugas. Selain itu juga menunjang kegiatan belajar-mengajar di sekolah, memberikan informasi-informasi tentang sekolah yang bersangkutan.
Keanggotaannya adalah para siswa di sekolah tersebut. Koleksi-koleksi bahan pustakanya juga seputar buku-buku pelajaran pada tingkat sekolah tersebut, jarang ditemukan koleksi seperti novel dan komik, bahkan mungkin tidak ada sama sekali, karena lingkungannya memang di lingkungan sekolah. Jadi koleksinya hanya seputar buku-buku sekolah, serta buku penunjang pendidikan lainnya.
Contoh perpustakaan sekolah yang ada di Indonesia, yang merupakan perpustakaan-perpustakaan terbaik diantaranya:
a. Perpustakaan Labschool Jakarta
b. Perpustakaan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar