Adapun Prinsip prinsip perpustakaan sebagai berikut:
1. Perpustakaan
Diciptakan oleh Masyarakat. Sejak zaman dahulu hingga sekarang tujuan
perpustakaan selalu identik dengan tujuan masyarakat, karena perpustakaan
merupakan hasil ciptaan dari masyarakat serta tumbuh dan berkembang bersamaan
dengan masyarakat. Misalnya saja perpustakaan diciptakan di suatu daerah dan
dibuat untuk menyimpan semua hasil ciptaan masyarakat, tetapi juga bertugas
menyebarkannya kepada masyarakat. Perpustakan diciptakan tidak hanya untuk kaum
tertentu, melainkan untuk semua kalangan di lingkungan tersebut. Pada zaman
dahulu perpustakaan dianggap sebagai hal yang sangat penting sehingga oleh
orang-orang dahulu perpustakaan selalu ditempatkan di kuil, istana, biara, dan
tempat lain yang dianggap penting. Hal ini mencerminkan perpustakaan sebagai
hasil karya cipta masyarakat.
2. Perpustakaan
Dipelihara Masyarakat. Pada poin sebelumnya kita ketahui bahwa perpustakaan
diciptakan oleh masyarakat, maka masyarakat pun pastilah berusaha memelihara
hasil karyanya. Gangguan perputakaan banyak diperoleh dari luar perpustakaan.
Pada abad-abad terdahulu, terdapat berbagai buku karangan yang dipaksa untuk
dimusnahkan oleh kalangan-kalangan yang berbeda, namun masyarakat selalu
berusaha untuk menyelamatkan dan mengamankannya. Dalam berbagai gejolak sosial
dan revolusi, keberadaan perpustakaan selalu tidak dilupakan masyarakat. Di
Indonesia semasa pendudukan Jepang, tindakan pertama bala tentara Jepang adalah
mengamankan koleksi Bataviaasch Genootschap van kunsten en Wetenschap di
Batavia (kini Jakarta). Koleksi ini kelak akan menjadi inti perpustakaan
Republik Indonesia.
3. Perpustakaan
Dimaksudkan untuk Menyimpan dan Memancarkan Ilmu Pengetahuan. Perpustakaan
didirikan tidak hanya untuk menyimpan berbagai macam pengetahuan, melainkan
juga untuk menyebarkan ilmu pengetahuan. Sebagai contoh, berbagai perpustakaan
nasional yang ada di berbagai negara telah dikunjungi jutaan pengunjung
termasuk negarawan, sastrawan, ilmuwan maupun pengunjung awam lainnya.Perpustakaan
bukan hanya sebagai tempat penyimpanan buku, karena itu akan berimbas pada
membekunya suatu pengetahuan karena tidak dapat berkembang. Sebaliknya, jika
perpustakaan juga menyebarluaskan ilmu pengetahuan, maka ilmu yang diperoleh
akan terus berkembang dan akan ada kemajuan yang berkesinambungan.
4. Perpustakaan
Terbuka untuk Umum. Pada masa sebelumnya, perpustakaan yang dibangun di sebuah
kuil hanya diperuntukan bagi kalangan tertentu, dan penggunaannya terbatas
untuk mereka. Namun, jika prinsip itu tetap diteruskan maka tidak akan ada
perkembangan pesat di bidang ilmu pengetahuan, dan bisa saja mandek. Namun,
dengan perpustakaan yang terbuka untuk umum serta memberi kesempatan yang sama
bagi semua kalangan tanpa adanya perbedaan, maka perpustakaan akan menjadi
pusat pengetahuan yang akan terus berkembang, serta ilmu pengetahuan di dunia
akan terus tumbuh. Masyarakat akan bersyukur dengan hal tersebut karena dapat
dengan mudah mendapati pengetahuan yang ingin ia gali tanpa merasakan adanya
diskriminasi.
5. Perpustakaan
Merupakan Pusat Kekuatan. Ilmu pengetahuan adalah kekuatan. Perpustakaan
sebagai gudang ilmu pengetahuan, maka perpustakaan pun menjadi sumber kekuatan.
Ilmu pengetahuan dapat kita peroleh dengan banyak membaca. Kegiatan membaca
biasa kita lakukan di dalam perpustakaan, karena di dalamnya terdapat berbagai
pengetahuan yang ada di dalam suatu bahan pustaka. Orang yang memiliki ilmu
pengetahuan akan mampu bersaing dalam kehidupan. Hal ini dikarenakan
pengetahuan dapat memberikan kita banyak informasi yang mungkin tidak banyak
orang ketahui. Dan kita yang mengetahui informasi tersebut dapat menjadikannya
sebagai kekuatan untuk dapat bersaing di dalam kehidupan.
6. Perpustakaan
Harus Berkemban. Meskipun perpustakaan berawal dari koleksi yang terbatas,
perpustakaan harus terus berkembang. Perpustakaan harus berkembang karena para
pemustaka menghendaki perkembangan koleksi yang dapat mengikuti kemajuan zaman
serta ilmu pengetahuan. Hal ini tidak bisa diabaikan, karena perpustakaan yang
tidak berkembang lama kelamaan akan ditinggalkan oleh penggunanya. Dan bukanlah
suatu perpustakaan jika tidak ada orang yang memanfaatkan koleksinya.
7. Perpustakaan
Nasional Harus Berisi Semua Literatur Nasional dari Negara yang Bersangkutan
Ditambah Literatur Nasional Negara Lainnya yang Berkaitan. Perpustakaan
Nasional merupakan perpustakaan milik negara. Perpustakaan sebagai pusat
informasi di suatu Negara pastilah harus memiliki koleksi terbitan yang
lengkap. Maka dari itu perpustakaan haruslah mengumpulkan semua buku yang
diterbitkan di negara yang bersangkutan. Untuk melaksanakan hal tersebut, biasanya
diatur dalam UU Deposit, yaitu undang-undang yang mengatur tentang serah terima
koleksi. Perpustakaan akan menyimpan setiap terbitan di negara tersebut serta
memilih terbitan dari negara lain yang ada hubungannya dengan negaranya.
8. Setiap
Buku Pasti Ada Manfaatnya. Di dalam sebuah buku, sedikit atau banyak ilmu yang
ada di dalamnya, pastilah ada pengetahuan yang sangat berguna yang bisa diambil
oleh pembaca. Dan pengetahuan yang ada akan memberikan manfaat bagi pembaca
karena setiap pembaca pastilah memerlukan berbagai macam informasi yang relatif
banyak dari buku-buku bacaan. Pustakawan harus orang berpendidikan artinya
perpustakaan itu harus dikelolah oleh orang yang berpengalaman dibidangnya agar
perpustakaan berkembang dengan baik.
Jika perpustakaan dikelolah oleh orang yang tidak ahli
dibidangnya maka perpustakaan pengelolaannnya tidak akan bagus dan
maksimal. Jadi itu la pentingnya pustakawan yang berpendidikan.
9. Seorang
pustakawan harus seorang pendidik artinya secara tidak langsung seorang
pustakawan adalah seorang pendidik contohnya seorang pustakawan mengajari
pemustaka menemukan buku atau informasi dengan cepat dan tepat itu adalah
contoh bahwa pustawan seorang pendidik.
10. Di
perlukan pelatihan dan pendidikan artinya seorang pustakawan memerlukan
pelatihan dan pendidik formal tentang perpustakaan agar perpustakaan yang
dikelolah dapat berkembang dengan baik.
11. Menambah
koleksi artinya perpustakaan harus menambah koleksi-koleksi buku agar pemustaka
dapat menemukan referensi-referensi buku yang dicarinya. Jadi koleksi
perpustakaan harus selalu bertambah.
12. Disusun
menurut aturan baku artinya buku yang ada diperpustakaan harus disusun menurut
aturan-aturan tertentu atau aturan baku seperti DDC, berdasarkan subjek dan
sebagainya agar si pemustaka mudah mencarinya .
13. Kenyamanan
Praktis Merupakan Faktor Utama yang Perlu digunakan dalam Menyusun Subjek di
Perpustakaan. Jelas bahwa sebuah kenyamanan merupakan keinginan bagi pemustaka
dalam mencari informasi, oleh karena itu pustakawan harus pandai mengelola
tataruang maupun letak koleksi yang sesuai dengan subjek.
14. Pepustakaan
Harus Memiliki Katalog Subjek. Katalog subjek merupakan ciri-ciri dari subjek
suatu buku tertentu. Hal ini agar pemustaka mudah memperoleh informasi akan
buku tersebut.
15. Perpustakaan
Sebagai Pusat Sumber Informasi. Dalam perpustakaan tentunya banyak sekali
sumber-sumber bacaan yang merupakan informasi yang sangat berguna bagi pembaca,
oleh karena itulah perpustakaan dikatakan sebagai sumber informasi.
